Artikel / Puisi

Hanya Payau

Rabu, 02 September 2015 | 17:09:00 WIB

foto thumbnailJauh sekali jarak yang kaurentang kekasihTertatih aku berjalan, mengejar pemandangan dan fantasiPengembaraan ini memisahkan mimpi dan doa yang kurangkai dalam harapSaat kureguk mereka dalam waktu bersamaan, hanya payauSaat aku sampai di pengujung senja, kupahat warnamu pada merekaAgar senantiasa dapat kueja berulang-ulangPada takdir dan maut sebuah...

Ada Pesan di Balik Kaca

Rabu, 02 September 2015 | 17:07:00 WIB

foto thumbnailAda wajah di balik kotak berlapis kaca. Muram, menatap lengkungan andromeda berdebu tebal.Melukis aksara dengan jari tergontai, pada kaca beruap bekas cumbuan debu. Ada pesan di balik kaca. Di kejauhan merenung pada kehidupan. Debu di lengkungan atas yang masih  berkompromi betah, membalut wajah di balik kotak berlapis kaca. Ia berbicara, ada...

Soekarno dan Generasi Doraemon

Rabu, 02 September 2015 | 17:03:00 WIB

foto thumbnail...

KUMBANG SAYAP-BAGAI

Jumat, 07 November 2014 | 01:20:00 WIB

foto thumbnail“Di reruntuh kelopak aku berteduh, kemudian mati serupa kumbang sayap rapuh!” Ia potong pergelangan sayap-bagai pasang kepada kumbang lelaki yang nikahi si pacar sebagai restu dan doa paling kabul. Lewat keping air mata sayap-bagai adalah sebuah solitude, genap kantuk juga akan sembuh olehnya. Dengan sayap-bagai tangan ia petik tujuh tangkai hujan...

BAK KUDA

Jumat, 07 November 2014 | 01:19:00 WIB

foto thumbnailWaktu adalah pacuan dalam perut yang memberinya sepasang jarak antara hari lalu dengan kecut. Bak kuda masa kecil yang dipelihara utuh dalam ingatan. Bak kuda penurut dan Tuan palacak bak kuda pandai itu. Dahulu, ketika zaman masih ditunggang (ia kerap beranggapan bahwa usia adalah kitab). Di pekan Baso dua kali seminggu bak kuda nomor satu, larinya memacu...

Penghabisan Percayaku

Senin, 29 September 2014 | 18:15:00 WIB

foto thumbnailBahwa aku tak lagi ingin merindu Pada buih yang terus saja berlalu Menghianati pantai yang terus saja menunggu Di batas penantian yang tiada berpenghabisan  Dan aku tiada akan lagi meminta Pada ombak yang terus bersyair kasih Mendusta karang yang terus jadi persinggahan Dan kembali pada laut yang terus...

Penghabisan Percayaku

Senin, 29 September 2014 | 18:15:00 WIB

foto thumbnailBahwa aku tak lagi ingin merindu Pada buih yang terus saja berlalu Menghianati pantai yang terus saja menunggu Di batas penantian yang tiada berpenghabisan  Dan aku tiada akan lagi meminta Pada ombak yang terus bersyair kasih Mendusta karang yang terus jadi persinggahan Dan kembali pada laut yang terus...

Asmaraloka

Senin, 29 September 2014 | 18:02:00 WIB

foto thumbnailSelaksa cahaya mampir berkedip... dalam kelam lebam kau bertutur seolah berbisik dalam tidurku... mengatakan keserakahan mengekor pada perjalanan kita... wajahmu berkelambur saat remang-remang malam mengepung dan menjebakku dalam pangkuanmu... gelap yang mabuk dan dekapmu terasa galir dalam rasaku... Asmaralokaku... itu...

Malam bisu

Senin, 29 September 2014 | 17:19:00 WIB

foto thumbnailIa berdiri dalam kelam menatap muram pada langit malam tak ada kata terlontar, hanya air mata mewakili semua entah luka apa merenggut senyumnya   Ia berdiri dalam kelam Terhujam layaknya patung Tiba-tiba ibunya bergumam “Kau rasa sekarang?” “Apa kukata, Tuhan itu adil sayang.” Dalam sunyi, keangkuhannya luruh...

Wajah

Senin, 29 September 2014 | 17:17:00 WIB

foto thumbnailAku mengenangnya lewat tawa Tawa kala semburat bulan purnama Dan saat itu akupun menerka-nerka Bertanya lewat senyuman tanda tanya   Tapi… Kali ini dia berontak tapi tak bersuara Dan aku menatap tajam, tapi berpura-pura Tak kudengar ia bersuara Tapi wajahnya berkata Dia tengah menelan pil kehidupan yang tak...

Tari

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 10:02:00 WIB

foto thumbnailLincah tarian yang digambarGemulai tangan dan langkah tetap kakiMeliuk tubuh indah dalam cumbuan iramaMembawa sebuah cerita pada duniaPenuh warna, insan yang kian brutal dengan hentak kakiBerdiri tegap, mata membelalak hendak menantang matiTiada takut akan sakit Bahu meninggi menurun dengan dada disesakkan nafas Merunduk pun kini mampu menanti...

Arogansi

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 10:01:00 WIB

foto thumbnail

hujan yang  membekukan
<⁄em>antara rindu yang tak tersampaikan
<⁄em>jalanan kaku kedinginan
<⁄em>meraung dalam bahasa alarm
<⁄em>menunduk dalam durja
<⁄em>nelangsa sebuah nista
<⁄em>tertindih
<⁄em>meradang
<⁄em>dan mati!<⁄em><⁄p>

Ini Seperti

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 10:00:00 WIB

foto thumbnailIni seperti milyaran langkah sebelum aku mengakhiri waktu,Menghilang dari kehidupan.Aku tak tahu, berapa panjang aku di sini.Hanya saja aku ingin menjadi sebaik-baiknya.Namun, hingga titik perjalanan ini aku masih belum semestinya,Antara pikiran, sikap, dan diri ini. Ini seperti satu langkah yang lebih baik,Keinginan-keinginan kecil di laut...

Mengapa Pagi

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 09:59:00 WIB

foto thumbnailSenjaku tak mau mengertiMengapa pagi selalu membohongiBerkata malam tak akan datangLalu pergi membawa janjiHingga malam kutemuisaat ia memberi sepiTapi bulan tetap bersinarSeperti menuntut janji pada matahariSeperti embun yang menghilang di ujung...

Perenang Payah

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 09:56:00 WIB

foto thumbnailDanau itu bergambar wajahmuRiaknya adalah panggilanmu untukkudan kau di tengah sanaNanar air itu terlalu dingin katamuKau bahkan hanya berani mencelupkan lututmu dengan ragu Sayangnya aku perenang payah,yang tak mau susah-susah berkecipak ke ujung sanaMeski aku yakin akan tiba sebelum merah senja.. Tapi ternyata kau perenang yang paling...

Tuanku!

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 09:54:00 WIB

foto thumbnail

Arah mata tuan tak mampu kubilang
<⁄em>Hasrat hati tuan tak bisa ditadah
<⁄em>Kadang diri tuan bingung
<⁄em>Boleh jadi tuan tak tahu
<⁄em>Bisa jadi tuan tak mampu
<⁄em>Barang kali tuan tak setuju
<⁄em>Dengan nyata di depan pintu rumah tuan<⁄em><⁄p>

Rumah Tua Kita

Rabu, 14 Mei 2014 | 17:30:00 WIB

foto thumbnailRumah ini rumah kita Rumah kau, rumahku, rumah tua Tak ada lagi tebar harum kenangan, terganti kelopak kamboja  Rumah kita rumah tua Tak ada canda, berwarna kelabu duka rumah tua rumah kita kita di rumah kita tua kita tua di rumah tua pulanglah ke rumah tua orang tua agar kelak kita tua bersama di rumah tua orang tua...

Bulan Sabit di Wajahnya

Rabu, 14 Mei 2014 | 17:30:00 WIB

foto thumbnail

Suara lonceng kudengar sendu<⁄p>

Kaki mungil mendekat ke arahnya<⁄p>

Dia seolah ingin bercerita<⁄p>

Mengisyaratkan pesan penuh makna<⁄p>

 <⁄p>

Dia datang membawa ceria<⁄p>

Gadis kecilku yang manja<⁄p>

Ada hal yang tak pernah luput darinya<⁄p>

Bulan sabit di wajahnya.<⁄p>

Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.