Artikel / Cerpen

Mak Suni

Selasa, 24 Maret 2015 | 13:56:00 WIB

foto thumbnail“Mayatnya ditemukan di tengah sawah,” kata Ayah kepadaku. Mataku terbelalak, Mak Suni yang kuanggap sebagai nenek sendiri telah meninggal. Aku menangis. Aku tak dapat menahan kesedihanku. Aku benar-benar merasa kehilangan. Bukan kepergiannya menghadap Sang Khalik yang kutangisi. Aku tahu semua makhluk ciptaan Tuhan pasti akan mati suatu saat nanti,...

Kasam

Jumat, 07 November 2014 | 01:10:00 WIB

KasamTubuh yang kini terbujur kaku di atas rumah gadang itu adalah milik Tek Kiah. Orang-orang naik ke atas rumah, lalu duduk di sekitar mayat Tek Kiah. Ada yang terus membacakan Quran. Ada pula yang setengah berbisik.  “Ke mana Si Niar tak tampak batang hidungnya. Padahal, Tek Kiah kakak kandungnya sendiri,” bisik Tek Siar pada Ni Suma. Tek Siar dan Ni...

Portulaca

Rabu, 15 Oktober 2014 | 15:44:00 WIB

KarikaturisAku telah benar, aku masih benar, dan aku selalu benar. Dengan demikian, aku telah hidup dan aku akan dapat hidup dengan cara lain.* Sudah sewindu kami berjanji untuk tidak lagi saling peduli. Ketika Tuan memutuskan untuk pergi, ia membuka sekaligus menutupnya dengan percakapan asing. “Karena bagi kalian bertiga, saya akan selalu menjadi tokoh...

Bom Waktu

Senin, 21 Juli 2014 | 14:33:00 WIB

KarikaturisJika bukan karena uang, lalu untuk apa kita sekolah, kuliah, dan bekerja? Sebenarnya uanglah yang mengendalikan dunia ini. Sedangkal itu yang dapat terpikir jika pikiran tidak berkembang. Memikirkan apapun sama dengan memikirkan uang. Mungkin saja ini dapat dihubungkan. Sambil duduk santai dan menyeduh cadburry panas, aku sejenak terlamun. Dalam...

Jodoh Keempat

Rabu, 14 Mei 2014 | 16:58:00 WIB

Ilustrasi“KUA-nya sudah datang!” sorak Janang dari ruang tengah. Pengantin laki-laki sudah duduk di atas kapuk lusuh berlapis kain panjang. Kopiah hitam berenda melingkar di kepalanya. Bukan untuk menutupi uban, namun karena tuntutan adat. Selain itu juga terpasang songket, kemeja putih, jas, dan lokak . Stelan muda benar gayanya. “Angku sudah...

Nnna mmma...

Selasa, 01 April 2014 | 11:57:00 WIB

KarikaturisNamai saja dia Duba. Pelantun tembang-tembang aneh di polongan tepi jalan. Baginya, dunia ini dia saja isinya. Dia tak kenal duka, balada, kecuali lagu-lagu sendu yang tak jelas maknanya. Puluhan tahun sudah dia berlaku begitu. Tak ada yang menagah, tak ada pula yang melarang. Kalau dilarang, garang dia. Dia tidak suka diusik, disapa, apalagi ditanya....

Menembus Waktu

Senin, 30 Desember 2013 | 10:58:00 WIB

foto thumbnail“Keluar! Keluar dari rumahku!” Rani melempar kepalaku dengan keranjang sampah yang pernah kubeli, bahkan satu-satunya pembelianku di rumah itu. Aku terdiam tak berkutik. Bahkan untuk menghindar saja aku tak mampu. Ruang tamu pun ikut memanas. Aku tersudut tak berdaya. “Abang jangan pernah kembali lagi. Sudah cukup. Tinggalkan kami...

Kembara

Sabtu, 07 Desember 2013 | 08:13:00 WIB

foto thumbnailKetika pagi tiba, ia berkaki empat. Ketika tengah hari tiba, ia berkaki dua. Ketika senja melanda, ia berkaki tiga, bermata empat, dan giginya tinggal di luar. Ia bukan binatang. Tapi pada setiap masanya, ia bisa saja jadi binatang.Akhirnya, pada Rabu pagi yang lumayan sendu, melalui tangan seorang dukun beranak, hari itu tuhan berhasil menyelamatkan...

Sapariah

Sabtu, 26 Oktober 2013 | 20:41:00 WIB

foto thumbnailAku menghapus jejak dosa yang telah kubuat kemarin, minggu lalu, bulan lalu, dan beberapa tahun lalu. Aku menulisnya di tempat basah, aku harap akan hilang atau hanyut terbawa arus air. Aku sempat mengutuk diriku sendiri dengan umpatan bodoh yang kusadari itu memang bodoh. Riah, lilin merah dalam hidupku yang kubiarkan pergi begitu saja. Aku tak ikut...

Membeli Kinari

Selasa, 27 Agustus 2013 | 16:44:00 WIB

Membeli Kinari            Aku jatuh cinta pada sempurnanya langit biru. Bersih dan jernih yang menyambut semburat jingga di baris timur. Saat hati sedang berkecamuk karena karut-marut dunia, pandangi saja langit yang bersih ini, kau akan tenggelam dalam biru yang dalam, namun tidak menyesakkan. Sehingga aku bersyukur Tuhan...

Surat Awan

Senin, 03 Juni 2013 | 12:48:00 WIB

Surat AwanSarjana adalah debu yang berterbangan di jalan. Ber­serakan di setiap pelosok hingga kota. Bahkan terlindas hujan dan panas. Ada yang nekat menjadi perampas. Merampas dengan tangan. Merampas dengan moral. Merampas de­ngan segala kemampuan naluri yang mereka anggap halal.  Seketika awan bergerak, menyibak langit menjadi indah. Perlahan warna...

Kardus Kebencian

Minggu, 02 Juni 2013 | 13:28:00 WIB

Kardus KebencianSarjana adalah debu yang berterbangan di jalan. Ber­serakan disetiap pelosok hingga kota. Bahkan terlindas hujan dan panas. Ada yang nekat menjadi perampas. Merampas dengan tangan. Merampas dengan moral. Merampas de­ngan segala kemampuan naluri yang mereka anggap halal.Aku lebih suka menyebut kardus. Karena aku tidak suka kotak....

Nada

Rabu, 17 Oktober 2012 | 16:18:00 WIB

NadaPadang, 24 Mei 1990Sudah pukul sebelas malam. Aku lurus saja, melanjutkan perjalanan yang belum tahu labuhannya. Untuk mengenyangkan perut yang mulai tak bersahabat, aku menghibur diri dengan memetik senar okulele yang reot. Aku berbelok ke kanan, ke arah Queen Bar. Lampu remang-remang berkedap-kedip. Bar itu ramai oleh wanita-wanita yang tengah...

Ketika...

Selasa, 20 Maret 2012 | 11:52:00 WIB

foto thumbnailSenja kian menguap. Berganti malam yang menghitam. Hanya gelap yang tampak dari jendela kaca kamar kos-kosanku. Sesekali pendaran cahaya buram mobil-mobil dinas yang lewat menerawang masuk. Empat tahun sudah aku merantau ke negeri orang. Mengejar cita-citaku sejak kecil. Ya, aku menjadi penghuni salah satu perguruan tinggi terkenal di Indonesia....

Menawar Jemputan

Minggu, 18 Desember 2011 | 13:34:00 WIB

Menawar JemputanMarni Syahara. Gadis desa lulusan sekolah kota. Parasnya seperti perempuan rata-rata. Orang tua bukan orang berpunya. Tapi, nasibnya mujur sungguh luar biasa. Sepulang dari kota, Ia membawa koper baju dan beberapa kardus barang lainnya. Juga seorang pemuda kaya. Tampan pula. Badannya tegap tinggi jumawa. Bujang namanya.Hari pertama Marni diantar...

Tangisan Malam

Selasa, 15 November 2011 | 10:37:00 WIB

TANGISAN MALAMSuara tangis itu selalu saja terdengar ketika malam mulai larut. Malam ini aku semakin penasaran. Kulangkahkan kakiku ke dapur, tempat di mana suara itu pertama kali kuperkirakan muncul. Dengan takut-takut, kuarahkan telinga sebelah kiri mencoba untuk memastikan, suara apakah gerangan yang selalu mengganggu tidurku ini. Dengan bekal lampu teplok yang...

Bidadari yang Tak Bersuara

Minggu, 02 Oktober 2011 | 00:54:00 WIB

Bidadari yang Tak BersuaraHujan semakin deras. Memekakkan telingaku. Aku mencoba menghitung hujan. Kuulurkan tanganku dari pintu jendela. Air, basah mengelilingi jemari tanganku. Aku memandang bukit barisan dari ke jauhan. Hujan menghalangi pandanganku. Kenapa harus ada hujan. Basah, basah hatiku. Hujan membuatku pilu. Kursi roda ini selalu menemaniku dikala hujan. Percikan...

Botol-Botol Kaca

Jumat, 15 Juli 2011 | 13:45:00 WIB

Botol-Botol KacaBotol-botol kaca itu mulai bermunculan setelah sekian detik tenggelam dalam gelombang air laut. Gelombang-gelombang yang datang silih berganti membuat botol-botol tersebut bergerak  menjauhi pantai. Sesekali tenggelam dan muncul kembali ke permukaan, seolah-olah enggan meninggalkan gadis kecil yang telah melemparkan mereka ke dalam gelombang air...

Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.