Home/ Seputar Kampus
A A A
Kronologi Penangkapan Pers Mahasiswa LPM–ITM
Jumat, 12 Mei 2017 | 19:26:00 WIB Share
Dengan terjadinya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aliansi Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Sumatra Utara dalam menanggapi momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Simpang Pos Padang Bulan, maka Pimpinan Redaksi (Pimred) Lembaga Pers Mahasiswa–Institut Teknologi Medan (LPM–ITM) menugaskan 3 orang Badan Pengurus Harian (BPH) menjadi wartawan untuk meliput peristiwa tersebut.

Tepat pukul 13.30 WIB, Jackson Ricky Sitepu sampai di lokasi dan segera melakukan peliputan sebagai mana mestinya dan disusul juga oleh Fikri Arif yang tiba di lokasi. Berbeda dengan Fadel yang memang telah hadir di lokasi sejak pagi hari, namun baru mendapatkan surat tugas pada siang hari.

Saat melakukan peliputan di simpang pos, keadaan baik-baik saja tanpa terjadi sebuah pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. Bahkan, saat massa aksi melakukan perjalanan dari simpang pos sampai ke lampu merah simpang kampus Universitas Sumatra Utara (USU) masih tetap melakukan tugas-tugas pers dengan profesional.

Namun, situasi massa memanas saat ban bekas mulai di bakar oleh massa dan pihak kepolisian berdatangan beserta kendaraan barakudanya sehingga ketiga wartawan tersebut tetap berada dekat pada barisan kepolisian dan Brimob. Situasi semakin memanas saat massa aksi berpindah ke depan pintu gerbang tama kampus USU dan kembali membakar ban. 

Provokasi-provokasi dari berbagai pihak, baik masyarakat, preman setempat, dan intel mulai mewarnai aksi mahasiswa tersebut sehingga terjadi bentrokan secara tiba-tiba antara massa aksi dengan masyarakat dan pihak aparatur negara. Ketiga wartawan kami masih berada dekat pada barisan aparatur negara yang semakin mendekat ke gerbang kampus USU bahkan sampai masuk ke dalam kampus.

Tepat pada saat wartawan kami berada dalam kampus itu, 10 meter dari gerbang tersebut wartawan kami bernama Jackson Ricky Sitepu dihalangi oleh masyarakat yang informasinya adalah pria tersebut intel namun tidak diamankan disebabkan dilepas pada saat itu juga. Sebelum meninggalkan lokasi, Ricky Jakson Sitepu sempat melihat Fadel Muhammad Harahap ditarik masyarakat dan jatuh tersungkur ke aspal. Sementara itu, Fikri Arif tidak dapat terlihat lagi dilapangan.

Saat dihubungi Pimpinan Umum LPM–ITM, kedua wartawan LPM ITM menegaskan bahwa mereka telah berada di kantor Polrestabes Medan dan mereka juga mengatakan dengan jelas melalui telepon genggam bahwa mereka sudah menunjukkan surat tugas kepada masyarakat dan kepolisian, namun tidak ditanggapi dengan baik oleh pihak pengaman negara tersebut. “Kami ketangkap, Wa. Udah kami tunjukkan surat tugas, tapi ngak percaya orang itu. Cepatlah kesini, Wa! Udah mau geger otak aku,” ucap Fadel Muhammad Harahap melalui telephon genggam sebelum akhirnya ketahuan oleh polisi dan putus komunikasi.

Pers Release: LPM ITM
Kirim komentar anda
Nama
Alamat
Email
Komentar
Security Code

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.