Artikel » Laporan/Laporan Utama

‘Mahasiswa Belum Siap Ikuti TOEFL’

Oleh: Yola Sastra dan Sri Gusmurdiah
Minggu, 29 November 2015 | 15:10:00 WIB Share

Pihak Balai Bahasa  UNP telah membuka pelatihan bahasa Inggris dan menginformasikannya kepada mahasiswa, namun tidak ada yang menggubris.

Universitas Negeri Padang (UNP) benar-benar akan menjalankan aturan TOEFL bagi seluruh mahasiswa yang akan wisuda pada Maret 2016 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor I UNP, Prof. Dr. Agus Irianto, saat ditemui di ruangannya, Selasa (22/9). Selama ini, meski sudah dimasukkan ke dalam buku panduan akademik sejak 2011, aturan tersebut baru benar-benar dijalankan dua fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik, sementara fakultas lainnya belum. Ke depannya, ketujuh fakultas yang ada di UNP harus melaksanakan aturan tersebut. “Seluruh mahasiswa yang akan diwisuda harus menyerahkan hasil TOEFL-nya,” ujar Agus.

Salah seorang mahasiswa UNP, Herlin Putri Morita, menilai, peraturan itu bagus untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Namun, menurutnya, tidak sedikit mahasiswa yang mengeluhkan tentang peraturan tersebut, termasuk diri Herlin sendiri. Ia mengaku kesulitan dalam mencapai skor TOEFL yang ditetapkan UNP. Meski skor TOEFL yang ditetapkan UNP, tidak terlalu tinggi, namun Herlin tetap kesulitan karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang belum seberapa. Selain itu, teman-temannya juga banyak mengalami kesulitan serupa. “Skor TOEFL kami belum ada yang mencapai 400,” ujar mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara TM 2012 ini, Sabtu (3/10).

Kesulitan yang sama juga dirasakan Rahmi Hidayati Laila. Menurut Rahmi, skor TOEFL di UNP terlalu tinggi, yaitu 420 atau minimal 400. Dengan skor segitu, kata Rahmi, mahasiswa akan kesulitan untuk lulus, terutama mahasiswa yang tidak terlalu bisa berbahasa Inggris. Mahasiswa Jurusan Biologi TM 2013 ini berharap, adanya peraturan ini di UNP, pihak UNP lebih gencar lagi memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk mahasiswa. “UNP harus memperbanyak sosialisasi dan memberikan pelatihan secara gratis kepada mahasiswa,” harapnya, Sabtu (3/10).

Berdasarkan data yang dirilis oleh FE yang bekerja sama dengan Golden English Center pada 20 Mei 2015, dari 163 mahasiswa yang mengikuti TOEFL, hanya 85 peserta yang skornya melebihi 400. Sementara pada data yang dirilis 8 Juli lalu, jumlah mahasiswa yang skor TOEFL-nya melebihi 400 lebih rendah daripada sebelumnya, hanya 64 orang dari total 144 mahasiswa yang ikut tes.

Begitu pula hasil TOEFL yang dikeluarkan oleh Balai Bahasa UNP. Berdasarkan data hasil TOEFL mahasiswa UNP yang dilakukan di Balai Bahasa UNP dari Juni hingga September 2015, dari 121 mahasiswa yang melaksanakan TOEFL, Hanya 41 mahasiswa yang mendapatkan skor di atas 400.

Sekretaris sekaligus pelatih TOEFL Balai Bahasa UNP, Dra. Aryuliva Adnan, mengakui bahwa mahasiswa UNP memang belum siap untuk mengikuti TOEFL, sehingga menyebabkan beberapa kecurangan TOEFL. Namun, menurut Aryu itu bukan alasan bagi mahasiswa untuk mengalasan TOEFL sebagai penghambat wisuda.

Sebelumnya, kata Aryu, pihak Balai Bahasa telah menginformasikan adanya pelatihan TOEFL di Balai Bahasa UNP ke mahasiswa. Hanya, mahasiswa tidak terlalu mengacuhkan informasi tersebut. “Kami sudah berkoar-koar untuk pelatihan tersebut, tapi tidak digubris,” ujar Aryu, Kamis (3/9).

Agar mahasiswa bisa mendapat skor TOEFL sesuai target yang telah ditentukan, menurut Aryu, tidak ada cara lain selain mengikuti pelatihan. TOEFL tidak bisa diikuti tanpa pelatihan. Menurutnya, tidak mungkin mengikuti TOEFL jika persiapannya hanya dalam waktu semalam.

Lebih lanjut, Aryu berharap, jika TOEFL benar-benar diterapkan pada wisuda Maret mendatang, semua mahasiswa harus berlomba-lomba untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Terserah mengikuti pelatihan di mana, yang penting mereka mau mengikuti pelatihan,” tutupnya.

Reporter: Sri, Hera, Windy, Eka

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.