Artikel » Sastra dan Budaya/Puisi

Hanya Payau

Oleh: Fanila Insani
Rabu, 02 September 2015 | 17:09:00 WIB Share

Jauh sekali jarak yang kaurentang kekasih

Tertatih aku berjalan, mengejar pemandangan dan fantasi

Pengembaraan ini memisahkan mimpi dan doa yang kurangkai dalam harap

Saat kureguk mereka dalam waktu bersamaan, hanya payau

Saat aku sampai di pengujung senja, kupahat warnamu pada mereka

Agar senantiasa dapat kueja berulang-ulang

Pada takdir dan maut sebuah senandung telah aku titip

Agar kelak jika kau kembali

Duniamu tak hanya hampa berpintu sunyi

Dekat makam yang kau sebut kenangan, aku  masih menyimpan wujud yang serupa 

Fanila Insani

Mahasiswa Sastra Indonesia TM 2014 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.