Artikel » Feature

Mengenang Tjong A Fie

Oleh: Khadijah Ramadhanti
Kamis, 04 Desember 2014 | 09:00:00 WIB Share
Mengenang Tjong A Fie

Mengenang Tjong A Fie: Pemandu Wisata Rumah Tjong A Fie tengah memperkenalkan dan menjelaskan barang-barang yang ada di rumah tersebut, senin (20/10). f/Doc.

Selalu ada cerita ataupun bukti-bukti fisik yang ditinggalkan oleh orang-orang besar pada masanya. Hukum itu tetap berlaku sampai kapanpun.

Siang itu cerah untuk menikmati Kota Tua, Medan. Suasana hiruk pikuk Kota Tua tak menyurutkan langkah terus berjalan kaki di tanah Deli dan berpacu dengan kendaraan yang berlalu-lalang lain­nya. Sesuai namanya, di kawasan ini ter­da­pat banyak bangunan tua yang berdiri ko­koh  memamerkan pesona. Salah satunya ada­lah rumah Tjong A Fie.

Rumah ini terletak di Ja­lan Jenderal Ahmad Yani, Kesawan, Sumatra Utara. Rumah yang berusia 119 ta­hun ini diberi nama Tjong A Fie, untuk me­ngenang orang terkaya pertama di Sumatra yang bernama Tjong Fung Nam atau yang lebih dikenal dengan Tjong A Fie.

Memasuki gerbang rumah Tjong A Fie ter­lihat halaman dengan lingkaran taman yang penuh bunga. Dari depan terlihat ke­me­­gahan bangunan akbar yang berdesain se­perti klenteng.

Pemandu wisata di rumah Tjong A Fie, Wawan, mengatakan bahwa ru­mah ini dibangun pada 1895 dengan meng­gunakan tiga desain bangunan, yaitu Eropa, Cina, dan Melayu. Rumah yang ter­diri dari dua lantai, 24 kamar, dan 17 ruangan ini se­lesai pada 1900. Mempunyai tiga ruang tamu, di antaranya: ruang tamu untuk kun­jungan Sultan Deli yang didesain dengan menggunakan desain Melayu, ruang tamu untuk umum, dan ruang penghormatan. Di ruang penghormatan ini pengunjung dilarang untuk mengambil gambar, karena itu merupakan tempat suci bagi agamanya. “Pada Januari sampai Juni 2014 kemarin, rumah ini selesai direnovasi dengan dana dari Amerika,” ungkap Wawan, Senin (20/10).

Rumah ini memiliki nilai sejarah, se­per­ti yang dikatakan Wawan, bahwa di ru­­mah ini terpajang tongkat penghargaan da­ri Tapanuli Selatan dan surat peng­har­ga­an dari Gubernur Hindia-Belanda. Tong­kat penghargaan itu diberikan langsung o­leh Raja Tapanuli Selatan kepada Tjong A Fie karena telah memberikan bantuan un­tuk membangun masjid.

Tidak hanya itu, di ruang makan ter­pa­jang satu foto berukuran besar. Foto itu ada­lah foto makan bersama Tjong A Fie de­ngan Presiden Soekarno dan Sultan Deli yang merupakan pendiri Istana Maimun saat perayaan Imlek. Di langit-langit ruang makan terdapat lukisan tangan dengan ba­han pewarna lukisan terbuat dari bahan or­ganik, yaitu getah pepohonan dan getah buah-buahan, lukisan itu masih asli dan belum pernah dicat ulang.

Di kamarnya juga terdapat benda-benda ber­sejarah lainnya. Seperti, satu set lemari de­ngan tempat tidur yang dibawa dari E­ropa dan baju Tjong A Fie bersama istri. Ada lagi dua buah lemari yang khusus di­bawa dari Jerman dan Belanda. Di lantai ka­mar ini terdapat koper pertama Tjong A Fie yang terbuat dari tembaga yang di­bawa dari Tiongkok. Timbangan badan tahun 1970, satu buah patung yang diukir tahun 1975, dan meja kerja yang dulunya digunakan oleh Tjong A Fie. Di kamar ini pengunjung diperbolehkan berfoto dengan sya­rat tidak menggunakan lampu flash. “Ka­rena satu bidikan  flash dapat mengu­rangi keaslian warna benda-benda ber­sejarah ini,” ujar Wawan.

Rumah ini menyimpan banyak sejarah yang pernah dilalui Tjong A Fie. Rumah ini mengantarkan Tjong A Fie ke puncak ke­ja­ya­annya untuk mengelola 17 per­ke­bu­nan. Dengan kemegahan, kebesaran, dan keme­wahan barang-barang yang ada, ru­mah ini menjadi saksi bahwa pemiliknya per­nah berkuasa di masanya. 

Selain itu, juga terdapat benda-benda unik lainnya, seperti patung, lampu hias, telpon rumah yang sudah tua, dan silsilah keluarga Tjong A Fie hingga generasi terakhirnya. Di rumah ini  juga terdapat foto Tjong A Fie yang me­ngenakan baju kebesarannya. Foto yang su­dah puluhan tahun terpajang ini turut men­jadi sejarah. Bagaimana rumah ini men­jadi saksi kehidupan pemiliknya dulu. Se­hing­ga rumah yang seluruh jendelanya ber­cat hijau dipadu dengan warna kuning ini menjadi salah satu objek wisata terkenal di Sumatra Utara.

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.