Artikel » Feature

Wanita Penjinak Api

Oleh: Sonya Putri
Jumat, 07 November 2014 | 01:43:00 WIB Share
Wanita Penjinak Api

Wanita Penjinak Api: Perempuan Tangguh: Yosie Anita sedang bersama anaknya saat ditemui di Kantor Pemadam Kebakaran Kota Padang, Kamis (2/10). Hingga saat ini, Yosie Anita merupakan satu-satunya pemadam kebakaran wanita di Sumatera Barat. f/Sonya

     Tak peduli siang atau malam, jika sirine telah berbunyi maka Bang Yos langsung menuju lokasi kebakaran.

Malam itu, Yosie Anita yang kerap dipanggil Bang Yos bersama rekan satu regunya tengah berjaga, shift malam, demikian mereka menyebutnya.  Mendapat shift malam, berarti Bang Yos dan rekan-rekan sesama pasukan pemadam kebakaran harus siap siaga mulai dari jam tujuh malam hingga jam tujuh pagi jikalau nanti ada panggilan pemadaman. Tak disangka, pada dini harinya, sirine pun berbunyi, pertanda adanya peristiwa kebakaran. Merekapun langsung bergegas menuju ke lokasi terjadinya kebakaran. 

Rutinitas seperti ini telah digeluti Bang Yos sejak 2003. Saat itu, perempuan 33 tahun ini hanya berstatus sebagai relawan. Empat tahun kemudian Bang Yos diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. Sebelum itu, pada tahun 2005, Bang Yos telah diangkat pula menjadi Pegawai Daerah MPD. 

Hingga saat ini, Bang Yos merupakan satu-satunya anggota pemadam kebakaran perempuan yang ada di Sumatera Barat. Perempuan pemberani ini dikenal lebih suka berteman dengan laki-laki daripada dengan perempuan. Faktanya, walaupun perempuan, Yosie tidak pernah dibedakan dari rekan-rekan lainnya dalam bertugas. Ia selalu disamaratakan dengan pemadam yang lainnya. Pernah ketika bertugas pada tahun 2009 karena bergegas menuju lokasi kebakaran, Yosie terjepit di pintu mobil pemadam kebakaran. Walaupun sakit, Yosie yang terkenal dengan sifat tomboy-nya ini tetap melanjutkan tugas untuk bertarung melawan si jago merah. 

Dalam menjalankan tugasnya, perempuan kelahiran 8 Mei 1981 ini mendapatkan dukungan penuh dari suami dan anaknya. Bahkan anak laki-lakinya yang masih berumur 3,5 tahun dari hasil pernikahan dengan Putra Akmal, turut mengingatkan Yosie jika sirine tanda kebakaran berbunyi, meskipun hal itu berarti anaknya harus dititipkan pada tetangga sebelah. Sedangkan suaminya terkadang ikut serta bergabung sebagai relawan pemadam kebakaran. 

Tak hanya dari suami dan anak saja. Dukungan juga didapatkan Yosie dari kedua orang tuanya, Syari dan Nurjani. Kedua orang tuanya tidak menghalangi pilihan hidupnya itu. Mereka merestui apapun yang anak-anaknya kerjakan, asalkan itu masih dalam hal kebaikan. Orang tuanya bangga dengan apa yang telah ia miliki saat ini.  Meski demikian, Yosie belum merasa puas sebelum kedua orang tuanya menunaikan rukun Islam yang kelima, naik haji.  

Sekarang, menjadi pemadam kebakaran tidak hanya menjadi profesi bagi anak kelima dari enam bersaudara ini. Bagi Yosie, memadamkan kebakaran telah menjadi bagian dari jiwanya. Bahkan jika kebakaran terjadi di luar jam kerjanya, ia akan tetap turut serta memadamkannya tak peduli siang atau malam. “Itu sudah merasuk ke jiwa saya,” akunya. 

 Bagaimanapun juga, apapun yang dilakukan Yosie saat ini tidak bisa terlepas dari peran Yosie sebagai seorang istri dan ibu yang disayangi oleh keluarganya. Jika saat bekerja ia adalah seorang pemadam kebakaran yang handal, maka di rumah Yosie adalah idola keluarga yang selalu men-support-nya.

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.