Artikel » Ensiklopedia

Murasaki Shikibu: Pencetus Novel Pertama di Dunia

Oleh: Sonya Putri
Rabu, 14 Mei 2014 | 19:50:00 WIB Share
Murasaki Shikibu

Murasaki Shikibu: Pencetus Novel Pertama di Dunia 

Dunia karangan, tidak berupa karangan ilmiah semata. Banyak karangan nonilmiah yang begitu digemari, bahkan sangat populer di semua kalangan. Salah satunya yaitu novel. Sebuah karangan prosa panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku ialah novel (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Novel umumnya karangan dengan balutan fiksi prosa yang imajinatif dan ditulis secara naratif, namun ada pula dilatarbelakangi kisah nyata. Dewasa ini jumlah novel di dunia tak lagi terhitung, ditulis oleh jutaan penulis. Namun, siapakah pemilik ide kreatif yang pertama kali mencetuskan novel?

Adalah Murasaki Shikibu; seorang wanita Jepang penulis novel pertama kali. Nama aslinya tidak diketahui, karena Murasaki Shikibu merupakan nama pena. Murasaki lahir sekitar tahun 973, dari keluarga yang cukup terpandang di Jepang, yaitu keturunan bupati pertama di Fujiwara. Ia dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Dia dibesarkan di rumah keluarga ayahnya, tempatnya belajar membaca dan menulis aksara Tionghoa yang menurut tradisi waktu itu tidak diajarkan kepada perempuan. Aksara Tionghoa adalah bahasa tulis di kantor-kantor pemerintah.

Tahun 998 dia menikah, kemudian memiliki anak perempuan bernama Kenshi (Kataiko). Berselang tak lama, tepatnya tahun 1001, suaminya, Nobutaka meninggal dunia akibat epidemi kolera. Beruntung, karena kemampuan menulisnya dan pemikirannya yang cerdas, ia bekerja sebagai dayang di istana kekaisaran pada zaman Heian, sepeninggal suaminya.

Sejarawan memperkirakan bahwa nama aslinya adalah Fujiwara Takako, seperti tertulis dalam nama pelayan istana dengan pangkat shōji pada tanggal 29 bulan 1 tahun 4 Kankō (19 Februari 1007). Fakta dalam buku harian pribadinya yang berjudul Buku Harian Murasaki Shikibu juga menunjukkan, bahwa nama panggilannya di istana adalah Murasaki, seperti nama tokoh dalam novel Hikayat Genji yang ditulisnya. "Shikibu" merujuk kepada pangkat ayahnya di Biro Protokoler Istana (Shikibu-shō).

Selama bekerja di istana, dia terus menulis dan terus menambahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama dia bekerja di istana ke dalam karyanya. Setelah lima atau enam tahun mengabdi, dia meninggalkan istana untuk pensiun bersama Permaisuri Shōshi ke sekitar Danau Biwa. Tentang kematiannya, tidak diketahui pasti. Sebagian besar diantara pada cendikianwan sepakat Murasaki Shikibu meninggal tahun 1014, namun sebagian lain memperkirakannya masih hidup hingga tahun 1025.

Novel yang ia tulis sendiri berjudul Genji Monogatari, yang dalam bahasa Inggris berarti The Tales of Genji dan dalam bahasa Indonesia “Hikayat Genji”. Novel ini memiliki 54 bab dengan total 1000 halaman. Ia menulis novel ini sebelum dipanggil untuk bekerja di istana, bahkan ada beberapa pihak yang memperkirakan ia mulai menulis sebelum kematian suaminya. Sesuai judulnya, novel ini menceritakan tentang kisah Pangeran Genji.

Novel ini ditulis dengan tata bahasa yang cukup rumit, bahkan bagi orang Jepang sekalipun. Pada zaman itu karya sastra tidak diperbolehkan mencantumkan nama dalam ceritanya, sehingga harus menggunakan nama sebutan atau gelar. Hal ini membuat para ahli bahasa harus mempelajari tata bahasa yang digunakan dalam novel tersebut.

The Tales of Genji merupakan novel pertama, juga merupakan novel bergenre roman pertama di dunia. Saat ini, “Genji Monogatari” sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan juga dipentaskan di berbagai kesempatan. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Murasaki Shikibu setelah menulis novel ini, karyanya yang lain hanya berupa buku harian yang diterbitkan, serta kumpulan puisi. Namun, berkat karyanya, bermunculan novel-novel lain dengan berbagai genre yang dinikmati seluruh pecinta novel di dunia (dari berbagai sumber).

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.