Artikel » Sastra dan Budaya/Catatan Budaya

Jembatan

Oleh: Jefri Rajif
Selasa, 01 April 2014 | 12:02:00 WIB Share

Pernah kejadian sebuah jembatan ambruk karena air sungai di bawahnya meluap, sehingga tidak bisa dilalui lagi. Jalur transportasi menjadi putus total karena hanya jembatan itu yang menjadi penghubung antara kedua daerah yang dihubungkannya. Kalau pun akan tetap menyeberangi sungai itu, masyarakat harus ekstra hati-hati dengan arus sungai yang deras. Selain itu penyeberang juga terpaksa melepaskan setengah pakaiannya agar dapat menyeberangi sungai. Andai saja jembatan itu tidak rusak, mungkin kehidupan masyarakat akan lebih lancar dan tidak harus mengalami kesusahan seperti ini.

Jembatan memiliki fungsi dan peran sebagai penghantar atau pehubung suatu daerah dengan daerah. Dalam kehidupan sehari-hari juga banyak dijumpai hal-hal yang memiliki peran dan fungsi yang sama seperti jembatan ini. Iutlah sebab kenapa jembatan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

Contohnya orang tua yang berperan sebagai pengantar anak-anaknya ke lingkungan hidup di sekitar. Orang tua bertugas membentuk karakter dan perilaku anak supaya bisa menjadi anak yang bermoral dan beretika. Meski pun keadaan lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap perilaku anak, tapi orang tua tetap memiliki peran utama untuk menjembatani hal ini. Jika peran orang tua minim, maka bisa saja anak-anak akan bertindak di luar jalur. Misalnya seperti kasus yang banyak terjadi saat sekarang. Banyak pemberitaan yang menyatakan bahwa anak-anak, atau muda-mudi—jika digolongkan, belum masuk kategori dewasa—melakukan perbuatan mesum dan bahkan ada yang merekamnya. Yang lebih miris lagi, ada pula yang melakukannya di lingkungan sekolah. Siapa yang harusnya bertanggung jawab dengan hal ini? Tentu saja orang tua.

Contoh selanjutnya peran pendidik dalam institusi pendidikan. Pendidik juga berperan sebagai pengantar para peserta didik untuk menjadi kaum intelektual yang mampu berpikiran logis dan memiliki daya nalar yang baik. Bukan peserta didik yang hanya bisa menerima tanpa ada usaha untuk menyeberangi jembatan yang telah disediakan.

Begitu pula dalam sebuah kampus yang merupakan sebuah institusi pendidikan. Juga terdapat orang yang bertanggung jawab untuk menjembatani kebutuhan dan keperluan mahasiswa kepada petinggi kampus. Mulai dari tingkat organisasi, program studi, jurusan, fakultas, biro, hingga ke universitas. Jika pemeran jembatan ini tidak berfungsi dengan baik atau merumitkan proses, maka kebutuhan dari mahasiswa akan terhambat dan susah untuk didapatkan.

Pada akhirnya, jangan sampai pemegang jabatan yang harusnya bertugas untuk menjembatani kebutuhan orang yang di bawahnya, bertindak sebagai jembatan putus. Tidak bisa menjembatani.

 

Share on:

Sastra dan Budaya/Catatan Budaya lainnya

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.