Artikel » Citizen Journalism

Sepekan di Konstatinopel

Oleh: Muhammad Habibie
Kamis, 25 November 2010 | 10:05:00 WIB Share
Sepekan di Konstatinopel

Sepekan di Konstatinopel:

 Dalam rangka mengikuti program pengembangan wawasan pimpinan lembaga organisasi mahasiswa ke luar negeri, saya bersama tiga belas mahasiswa lain dari seluruh Indonesia mengunjungi Turki selama sepekan, dimulai pada 11 hingga 17 Juli 2010 lalu. Program ini diadakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi untuk kedua kalinya. Tahun 2009  lalu, utusan dari UNP adalah  Sekretaris BEM UNP periode 2008/2009 dan kali ini langsung diwakili oleh Presiden BEM UNP.

    Agar dapat mengikuti program ini, setiap peserta diminta untuk membuat sebuah karya tulis berbahasa Inggris dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Hasil karya tulis selanjutnya diseleksi, kemudian peserta mengikuti interview terkait karya tulis yang telah dibuat. Akhirnya terpilih 14 mahasiswa yang lolos dan berhak mengikuti kunjungan ke empat negara yang telah ditentukan Dirjen Dikti yaitu Turki, India, Afrika Selatan, dan Korea Selatan. Kami memilih berkunjung ke Turki.

    Di negara yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua buah peradaban (Timur dan Barat-red) tersebut, kami melihat dan mengamati bagaimana kehidupan masyarakat, mahasiswa, dan sistem pendidikan pada perguruan tinggi-perguruan tinggi di sana. Selama di negara yang terkenal dengan negara sekuler tersebut, ditemani guide, kami mengunjungi Universitas Fatih (Fatih University), Universitas Istanbul (Istanbul University) sekaligus universitas tertua di Turki, Universitas Gazi (Gazi University), serta Universitas Ankara (Ankara University).

Di Istanbul University kami berjumpa dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), Kedubes Republik Indonesia (KBRI) di Turki, mengunjungi Makam Kemal Attaturk, Bapak Revolusi Turki, serta tempat-tempat bersejarah lainnya. Perguruan-perguruan tinggi di Turki mengenal Student Council yang fungsinya mirip dengan BEM di Indonesia. Namun kegiatan yang dilakukan hanya sebatas iven-iven universitas. Mahasiswa di sana tidak mengenal demonstrasi mengkritisi kebijakan kampus apalagi kebijakan pemerintah, serta sangat minim dengan aktifitas sosial. Sehingga pada saat kami mengadakan presentasi tentang organisasi kemahasiswaan dan aktifitasnya di Indonesia, mereka sangat kagum dengan aktifitas mahasiswa di Indonesia. Selain Student Council, mereka juga memiliki klub-klub, semacam UKM di Indonesia, yang mewadahi berbagai minat dan kegiatan mahasiswa.

Inilah sekelumit cerita saya ketika berkunjung ke Turki. Semoga dapat menjadi pemicu semangat mahasiswa UNP lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Dengan aktif di organisasi kemahasiswaan maka peluang membuka wawasan serta kesempatan-kesempatan emas lainnya terbuka lebar.

Presiden Mahasiswa BEM UNP Periode 2009/2010

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
Iklan
menerima tulisan
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.